Sempat merasa berdosa juga sudah buat blog gini tapi malah dianggurin.
Oh iya,, kemunculan saya kali ini itu mau share tulisan saya (sebenarnya hanya coretan-coretan biasa sih) yang saya buat waktu tanggal 22 Juni kemarin.. Tentang apa tulisan ku ini ,,langung saja kalo gitu kita ke TEeKAPEe (kemudian musik dari para dalang berbunyi,, jeng jeng jeng....)
Today, June 22th
2013.
Kembali menulis
mungkin menjadi tema atau judul dari apa yang anda baca ini. Bukan karena lagi
ingin menulis tapi karena benar-benar merasakan kebosanan yang sangat di tempat
saya berada saat tulisan yang anda baca ini saya buat. Jadi, saya teringat
“lagi” sama kebiasaan saya sewaktu semester 5 lalu kalau lagi bosan begini. Ya,
saya akan langsung menulis (mencorat-coret buku) kalau saya merasakan kebosanan
yang hampir mirip sama yang saat ini saya rasa. Masalah apa yang saya tulis itu
ya sama seperti yang anda baca saat ini sampai tulisan ini berakhir.
Biasanya kalo
tiba-tiba harus menulis begini saya pasti tulis apa yang ada diotakku saja,
sesuai yang saya lihat, saya alami, saya rasakan. Saya paling tidak jago, juga
tidak begitu suka sama tulisan yang berbau “FIKTIF”, saya bosan sama hal-hal
rekayasa seperti itu (ya, karena setiap hari saat kuliah selalu saja pelajaran
rekayasa yang saya dapatkan). Saya ini berada didunia nyata loh, untuk apalagi
menciptakan dunia baru yang tidak jelas begitu? Eits,, tapi ini pendapat saya
pribadi yah jadi nggak usah marah buat kalian yang sebelumnya sudah terlebih
dahulu suka sama hal-hal fiktif, itu HAK Kalian.
Oke, saya langsung saja bercerita yah (Diam sejenak,,
mikir apa yang mo diceritakan). Nah,, saya mau bercerita tentang kenapa saya
merasa bosan disini saja. Jadi, saat ini (waktu Indonesia bagian saya nulis
cerita ini :D ) itu saya berada di Pelataran Kantor PT. Telkom Wilayah Sulawesi
Tenggara tepatnya di gazebo dekat pos security-nya kantor ini. Saya kesini itu
karena sehari sebelum hari ini saya sudah buat janji untuk ketemu “Klien”
(calon pelanggan saja bacanya kalo nggak ikhlas baca “Klien” ) yang ingin
dibuatkan PIN untuk komunitasnya. Jadi kemarin Deal ketemuannya disini,
waktunya Ba’da Ashar.
Sesuai deal yang
sepemahaman ku, datanglah saya kesini sebelum shalat Ashar karena takut buat si
“Klien”ku ini menunggu lama. Maklum saja, jarak rumahku kesini itu jauh belum
lagi kalo harus berangkat dari rumah berarti saya berangkatnya sesudah saya
shalat Ashar juga. Kebayangkan bagaimana kira-kira kalo seandainya si “Klien”ku ini yang harus
nungguin saya? Ga’ etis bangett. Kan dia itu Klien pertama ku,, hehehehe. Ntar
kesannya langsung jadi jelek gitu. Tapi, ternyata saya lupa kalau saya ini
berada di Indonesia. (tau maksud saya kan?) Saya kepagian datang kesininya,
malah mungkin bisa dikatakan kalau saya kesubuh-an datangnya. Si “Klien” saya
ini ternyata baru beranjak mau mandi saat saya sudah tiba disini (saya taunya
saat saya sms dia). Tapi setelah membaca sms itu, akhirnya berpikir kalau Saya
mungkin juga salah mengartikan bahasa penunjuk waktu “Ba’da Ashar” itu. Iya, ternyata
baru tersadar saat ini kalau Ba’da Ashar itu rentang waktunya lumayan panjang.
Sebelum waktu Maghrib datang ya tetap ba’da Ashar juga namanya (sekalipun jam
5.30). Pppfffttthhh ……
(titttttttttttttttttttttt,,,ceritanya di stop dulu. Klien ku
datang, ntar kalo sudah dirumah Insya Allah ceitanya diusahakan selesai)
Oke,, cerita saya lanjutkan lagi karena sekarang saya sudah
dirumah.
Sambil menunggu
si Klien-ku ini datang saya celingak-celinguk kesekitar saya, banyak orang
ternyata. Tapi kesemua mereka yang da disini itu ya hanya saya yang saat ini
hanya sendiri. Duduk didepan laptop, tidak jelas apa yang dibuat sampai
akhirnya saya kepikiran untuk mendatangkan
salah seorang teman saya (Ia juga
tim saya kalo kerja project bgini).
Deemonn(sedikit
mengalami penyamaran nama) namanya, dia itu Tukang Desain-nya Tim kami.
Kebetulan project yang akan kami kerjakan ini pasti dia yang desain jadi
langsung saja saya suruh datang kesini. Pas saya telepon dia, ternyata dia juga
baru bangun tidur. Hmm,, Rapanya Allah mengaharuskan saya unutk sendiri saat
ini disini. Oke, saya lanjutkan Prosesi Menuggu ini. Ingin sekali rasanya
meng-sms si Klien ku ini untuk menanyakan keberadaannya “lagi” tapi rasanya ga
sopan. Kok saya yang butuh, saya yang mendesak? Kan ga ada sopan-sopanya sama
sekali.. Menunggu kembali dilanjutkan.
30 menit, 45
menit, sejam, sejam lewat seperempat belum juga ada tanda-tanda orang-orang
yang saya tunggu ini akan datang. Sampai akhirnya memasuki 90 menit waktu
menunggu saya, datanglah dua orang Cewe’ berjilbab dengan senyuman ga ada dosa
gitu mendekat ke saya.
“Maaf Ka’ telat datangnya. Kakak belum lama nunggu kan?” tanya si “Klien”ku ini. (tadinya sih seneng waktu dia minta maaf karena telat tapi pas dengar pertanyaannya langsung hilang senengnya).. Dengan senyum akhirnya saya jawab, “Ga papa de’, kan memang janjinya Ba’da Ashar jadi ade’ belum telat kok”. Kemudian mereka saya persilahkan duduk. Tak lama setelah itu, teman saya Deemonn pun datang juga dan langsung bergabung dengan kami untuk membicarakan Project ini..
“Maaf Ka’ telat datangnya. Kakak belum lama nunggu kan?” tanya si “Klien”ku ini. (tadinya sih seneng waktu dia minta maaf karena telat tapi pas dengar pertanyaannya langsung hilang senengnya).. Dengan senyum akhirnya saya jawab, “Ga papa de’, kan memang janjinya Ba’da Ashar jadi ade’ belum telat kok”. Kemudian mereka saya persilahkan duduk. Tak lama setelah itu, teman saya Deemonn pun datang juga dan langsung bergabung dengan kami untuk membicarakan Project ini..
Hmm… sekarang jadi bingung mau
buat gimana endingnya ini cerita. Rasanya ga enak banget kalo harus begini saja
endingnya, tapi udah betul-betul ga ada yang mau diceritakan. Kan tadi niatnya
Cuman mau ceritakan yang waktu saya menunggu ini..
Mungkin Cuma sedikit saran aja
dari saya sebelum saya mengakhiri ketikan saya ini,
“Kawan,, lain kali kalau kalian harus berjanji tetap ingat bahwa janji
adalah Hutang, tetap harus ditepati, dilunasi secara utuh. Kepercayaan itu
biasanya diukur dari seberapa bisa Kita menepati Janji kita. Dan INGAT Kawan,,
jangan coba-coba berjanji dengan penunjuk Waktu yang ambigu seperti saya tadi
kalau kalian bukan tipe orang yang Jago menunggu. OKE….”.
Wassalaam…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar